CERITA SEX DEWASA KUGODA DAN KUTIDURI ANAK IBU KOST

Posted on

CERITA SEX DEWASA KUGODA DAN KUTIDURI ANAK IBU KOST

CERITA SEX DEWASA KUGODA DAN KUTIDURI ANAK IBU KOST ini memberi saya ketika saya mendapatkan pijat oleh langganan tukang pijat. Dia adalah kedangkalan tukang pijat panggilan ke rumah2 dalam masyarakat ini.

9s (14)

namanya MakNah, dia sekitar 45 tahun lebih muda, memiliki empat anak yang semua pergi ke Jakarta, suaminya adalah seorang mandor bangunan, yang bekerja di luar kota sering membuat perkembangan baru dari jenis perumahan, sehingga pengembalian adalah sekali minggu. MakNah adalah tukang pijat yang bisa dianggap dapat diandalkan, karena banyak orang mengatakan itu cocok dengan pijatan.

Saya sudah sering, setelah kami MakNah dipijat, penyesuaian pijat bagi saya, itu tidak sulit, tidak terlalu lembut, sehingga benar-benar cocok. Saya tahu bahwa jika Mijat MakNah menjadi kebiasaan tanpa beberapa kunjungan, Anda cepet terbaik 1,5 jam itu berakhir, tetapi jika mijetnya sementara liat televisi, terutama favoritnya sinetron bisa ampe mijetnya 2,5 jam.

Jadi setiap ingin dipijet MakNah, mengundang dia ke ruang belakang dekat dapur, aku kemudian menyebar kasur di depan televisi. Mari mijetnya lama, sampai ketiduram. Jadi awal cerita ini bisa keluar dari sini. MakNah tidak tahu apakah kebiasaan saya di rumah, dengan beberapa anak kostku. Ini tahu sedikit tentang keisenganku di kostku anak2.

08 jam saya hilang saya MakNah itu datang ke rumah saya setelah panggilan untuk memijat dan menyuruhnya untuk menunggu saya di belakang setelah menginstal tikar, dan saya menyalakan televisi.

Saya mengucapkan selamat tinggal kepada MakNah mengganti baju dengan sarung tangan sebagai kebiasaan membiarkan kontak ga selama minyak pijat kembali pijat tuk perakitan. Aku ditinggalkan sendirian di pareo aku membungkus dadaku tanpa menggunakan apa2 didalemnya, mengambil bodylotion buat pijet. Dia telungkup di atas tikar, sambil menikmati MakNah pijat. karena sarung tangan saya memakai makeup memijat lagi masuk akal, jadi hanya sarung seperti sabuk yang membungkus di sekitar pinggang saya, karena MakNah mijetnya sendiri diserap sambil menonton televisi.

Ga merasa aku tertidur karena MakNah pijat lezat, dan kondisi tetap seperti sebelumnya, dengan tubuh yang normal, karena sarungnya terungkap dan berkumpul di bagian pinggang, dan saya tidak memakai Daleman sepenuhnya.

Aku terbangun ketika MakNah membangunkan saya, karena ada tetangga yang pulang untuk saya dengan malas2an saya membuka mata saya, saya melihat jam dan pada 9 lebih. Ternyata ia telah tertidur selama lebih dari satu jam. Kemudian mereka meminta saya untuk MakNah mana saya melihat, memberi isyarat dengan matanya, mata berubah mengikuti tanda-tanda. Saya terkejut, itu adalah satu-satunya anak dari Ny Pr i *** tetangga rumah empat rumah di rumah saya, yang masih duduk di kelas 1 SMP nama Rona

Dia berdiri kira2 kurang dari 2 meter di belakang saya, matanya menatap tubuh telanjang saya dari belakang dengan mulut dapat melakukan sedikit tercengang. Saya juga sempat terkejut dilakukan, sehingga pandanganku menunjuk, wajahnya membungkuk segera malu saya, tapi saya terkejut, pas liat di atas celana pendek, ada sesuatu yang menonjol lateral, jangan2 anak ini terbangun melihat, jadi titit posisinya, namun sebenarnya satu sisi, jika pake CD ga anak ???

Itu benjolan jelas, karena kita hanya memiliki kemeja pinggang. Tanpa mengubah posisi saya, saya meminta alasan kunjungannya di sini sambil terus mengamati perilaku mereka. Dengan mencuri melirik saya untuk menjawab pertanyaan, jika meminjam ibunya bun ma kebaya untuk resepsi di luar kota lusa.

Saya mengatakan kepada Rona duduk di kursi di sampingnya, dan berkata MakNah tetap pijat, berkedip mata untuk mengikuti MakNah memijat saya, adalah bahwa MakNah tahu apa yang saya maksud. Pijat MakNah bergerak turun ke kaki dan bokong saya, sehingga membuat saya memperluas kaki saya. Dengan begitu Rona harus sangat terkejut melihat saya di belakang dengan kaki diperpanjang, dapat samar2 aku bisa melihat garis-garis di bagian vagina.
Sanbil tetap pijat pada kaki belakang saya, mengobrol dengan Rona, sehingga terus mengarahkan matanya pada saya.

“Kelas berapa sekarang Hue?” Saya bertanya.
“Bu Har kelas 1smp” katanya.
“Mengapa kau katakan? Dimana ibumu?”
“Mama lagi berbelanja di toko Anda kepada Ibu S ***”

Aku datang untuk merasakan denyutan2 lembut di vagina saya, merasa perasaan. MakNah pasti tahu kondisi ini karena rasanya melembab vagina. Juga panjang chatting dengan Rona, berniat untuk merayunya, pasti matanya masih menatap tubuh telanjang saya dari belakang, hanya kadang-kadang saya melihat kembali. Kedua kaki saling menekan, pas berpaling ke arah itu mengarah langsung ke penghapusan pandangan mereka di televisi, tetapi tentu saja saya telah menatap tak berkedip.

Setelah hampir dua puluh menitan, MakNah memijat tubuh belakang. Saya menelepon lagi untuk memijat bagian depan tubuh saya. Dengan kesan bahwa itu tidak vulgar, aku menarik sarung untuk menutupi dada saya, dan kubenahi saya lebih rendah seludang lutut. Kemudian aku kembali saya baru-baru ini.

Karena saya tidak memakai dalam apa2, juga saya dikenal sebagai tanpa bra dan cd, kedua payudara secara otomatis tercetak jelas kedua puting payudara yang menonjol dan pasti juga gundukan kecil antara pahanya dalam diriku, karena posisi saya sedikit merenggang. Dan sarung tangan yang menutupi tubuh saya terbatas ke pusat dada, bagian atas payudara kebulatan sebagian otomatis dan garis pemisah antara kedua payudara terlihat jelas. Rona tampak ekspresi sebentar, mata tak berkedip padaku begitu intens. Bahkan jika aku bisa merasakan napasnya berhenti sejenak.

Aku begitu terpana dirinya dengan ekspresi yang ditunjukkan Rona saat melihat punggungnya, duduknyapun bahkan sesaat. Saya adalah merinding sedikit, terlalu, itu adalah bahwa anak begitu polos, dan mungkin untuk pertama kalinya melihat seorang wanita seperti ini. wajahnyapun tampak agak pucat. MakNah bisa berkedip dengan saya demi melihat ekspresi Rona, tampaknya MakNah berpikir sama dengan saya, jika Rona begitu polos dan masih sangat hijau.
Dengan batuk kecil saya bertanya Rona.

“Rona sudah maem belum?”

Serak, suara teredam, mungkin karena shock atau berat terbangun, dia menjawab dengan terbata-bata. “Uuuu … .su..d..dah..bu..u … Har …” Aku menatap satu sama lain dengan MakNah Rona mendengar respon serak dan ragu-ragu. Mungkin juga saat ini kita memiliki sesuatu yang sama dalam pikiran naif Rona mereka sangat bersemangat untuk melihat bagaimana ia.

“Ya kita miliki dan jika Anda sudah makan, karena Bu Har pijat sedikit lebih, perusahaan yang Paus ga benar menunggu sebentar?” Aku bertanya Rona.
“Gapapa bu Har, Rona masih sangat puas” Rona berkata dengan suara yang serak dan ragu-ragu, tapi matanya diarahkan ke televisi, untuk melihat mata saya tertarik untuk itu.
“Kalo mo ambil makanan minuman, Ambil sendiri aja, tuh di kulkas” dengan tangan menunjuk ke sebuah lemari es yang berada di sisi kanannya.

“Jika Ibu Har, terima kasih,” kata Rona saat matanya mengikuti jari ke lemari es dengan tampilan cahaya pada saya sebagai tatapannya pindah dari televisi ke kulkas.dengan posisi tengkurap seperti ini, saya terus mengamati perilaku keropeng. Matanya sering mencuri pandang ke arahku, lalu ke televisi, tetapi tampaknya sangat terfokus pada TV ia melihat, nafsnya begitu berat, seperti memegang sesuatu yang berat. Bahkan kursi tidak terlihat buruk.

Saat ini memang bagian MakNah memijat mulut saya, jadi saya masih bisa ngobrol bebas Rona, karena kondisi tubuhku ditutupi oleh sarung tangan, sehingga kesan tetap normal. Setelah saya selesai pijat di tangan saya, maknah bergerak di bahu dan dada bagian atas. Yang saya tahu, pasti maknah pareo mengurangi dada sejauh bahwa titik-titik coklat mengitari putting susu saya. Segera saya menutup mata saya, dengan maksud agar Rona bebas dapat menikmati skenario ini, tidak diragukan lagi tampaknya. Karena posisi maknah sendiri ke kiri depan saya, sementara Rona duduk di sisi kanan kaki langsung sedikit agak jauh di bawah, seperti yang berlaku posisi terlentang.

Ketika ia mulai memijat maknah, kadang-kadang saya kupicingkan mata saya sedikit untuk melihat apa ekspresi Rona melihat payudara yang akan membuka hampir ke puting. Benar-benar saya tidak berharap, jika rona lekat2 menatapku tak berkedip, mulut sedikit bingung. kepala Dimajukannya untuk mendapatkan tampilan yang lebih baik. Mungkin ia merasa aman, karena dia sibuk maknah memijitku sementara dia mengira aku tertutup, sehingga nada silahkan melihat saya seperti itu. Kaki erat menyeberang hue, seperti menutupi penisnya, yang bisa sangat tegang.

Tubuhku tampak gemetar dan hangat oleh cahaya bahwa sikap seperti itu, aku merasakan nuansa hangat dan eksotis untuk sikap nada suara menonton saya. Maknah bahkan melihat saya, karena saya merinding tahu2 kondisi tubuh semua, dengan senyum kecil pada saya. Saya menjawab dengan senyum sekidikit berkedip, dan maknah melihat.

Recent search terms:

  • cerita bu hajah doyan anal