CERITA JANDA NAFSU SEX BRUTAL PAKDHE

Posted on

CERITA JANDA NAFSU SEX BRUTAL PAKDHE

CERITA JANDA NAFSU SEX BRUTAL PAKDHE Sejak kegadisanku hilang, aku menjadi pertapa. Keceriaan yang telah menjadi ciri khas khasku tampaknya hilang lenyap. Aku menjadi sangat berubah-ubah. Selangkangan masih sakit sampai beberapa hari setelah kejadian.

4

Ibu Ning bahwa selama ini sangat memperhatikan saya sangat terkejut melihat perubahan yang terjadi pada saya. Akhirnya, aku mengaku terus terang mengatakan kepada Ms. Ning tentang peristiwa yang terjadi padaku. Dia hanya mendesah prihatin tentang musibah yang memiliki.

Sekitar satu bulan sejak aku melihat Pakdheku, Ms. Ning mengatakan selamat tinggal kepada saya dan juga Pakdheku. Ibu Ning setelah lulus dari SMK diterima bekerja di sebuah perusahaan swasta di daerah dan pindah ke Malang Malang. Jadi sejak saat itu saya baru masuk SMA harus tinggal sendirian dengan Pakdhe.

Suatu hari, sekitar satu minggu sejak kepergian Ibu Ning, ketika saya sedang mencuci pakaian dan pakaian Pakdhe. Hari ini adalah liburan sekolah karena tanggal merah jadi aku membersihkan rumah. Pakdhe seperti biasa tanaman merapikan di halaman depan yang sudah mulai tumbuh tidak teratur.

Setelah saya menyelesaikan laundry dan kujemur saya, saya berniat mandi. Baru saja hendak menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba tangan Pakdhe mengganjal pintu kamar mandi dan menerobos masuk. Saya tidak punya waktu untuk berteriak karena tiba-tiba Pakdhe sudah memeluk. Tubuhnya hanya ditutupi celana pendek dan sudah pelukan berkeringat basah erat-erat. Saya tidak berani berteriak karena diancam jika mereka tidak melayani nafsunya aku akan diusir dari rumah dan tidak didanai sekolah. Aku takut oleh ancaman sampai air mata saya memegang aku pasrah apa yang dilakukan Pakdhe saya.

tangan Pakdhe dengan cekatan melucuti dasterku, bra dan celana saya sampai saya benar-benar telanjang. Tanpa membuang waktu Pakdhe segera menghapus kolornya dan telanjang. Batang kemaluannya berwarna hitam kecoklatan masih mengerutkan kening dan menggantung lemas. Pakdhe lalu duduk di tepi ubin bak mandi dengan kaki terbuka. Dia menarik tubuh telanjang saya dalam pelukannya dan dilumatnya bibirku dengan rakus.

Mulutku masih tertutup saat lidah Pakdhe mulai mencoba masuk ke mulut saya. Tak tahan dengan stroke lidahnya mendesak-menekan bibir saya, bibir saya akhirnya dibuka. Pakdhe segera tergelincir lidahnya ke dalam mulut saya dan mendorong lidah saya. Pada awalnya saya tidak mengatakan apa-apa, tapi akhirnya aku sangat bersemangat juga. Apalagi batang yang telah menyusut genitalia Pakdhe perlahan mulai memperluas dan mengganjal perutku. Aku mulai bereaksi. lidahku tanpa sadar membalas meningkatkan lidah Pakdhe.

Tubuhku mulai menggerinjal dalam pelukan waktu Pakdhe tangan Pakdhe mulai meraih buah pantatku. tangan Pakdhe dengan buah kesal meremas dan memijat pantatku kemudian menarikku ke dalam pelukannya ketat lengket.

Setelah puas memainkan lidahnya di mulut saya, tangan Pakdhe menekan kepala saya sampai saya dipanggil berlutut di depan selangkangannya. Batang ayam keras sudah muncul mengacungkan tegak di depan wajahku. Dia menarik wajahku ke selangkangannya dan membuat mulut saya mencium ayam batang. Dengan sedikit tidak nyaman aku harus membuka mulutku dan mulai menciumi batang kemaluannya yang telah dikeluarkan sedikit cairan.

Kepalaku didorong bolak-balik dengan tangan mencengkeram Pakdhe rambut saya untuk membendung ayam mulai bergeser masuk dan keluar dari mulut saya. Saya tenggorokan tersendok saling kemaluan kepala Pakdhe dan keluar dari mulut saya. Saya mendengar Pakdhe napasnya mulai mengamuk. Batang kuluman ayam mengeras di mulut saya.

Mungkin karena tidak tahan, Pakdhe segera menarik saya untuk berdiri dan sisi mendudukanku dari bak mandi. mulutnya segera dibor payudara kanan dan kiri bergantian. Saya hampir tidak bisa menanggungnya besar ketika Pakdhe mulut rakus bermain kedua puting payudara. tangan Pakdhe tidak tinggal diam. Tangannya mulai merayap ke selangkangan terbuka lebar dan pangkal paha mulai meremas bukit-bukit sekitarnya.

Aku bangun terengah-engah rangsangan tersebut. Aku semakin tersiksa oleh gejolak nafsu. Mulut Pakdhe lalu merayap ke bawah perut saya dan mulai menjilati vagina bukit-bukit sekitarnya. vagina bibir Dikuakkanya dengan jari-jarinya dan lidah ke pangkal paha disusupkannya lubang.

Tubuhku sedang duduk di sisi bak mandi hampir jatuh karena menanggungnya sebagai lidah Pakdhe mulai menggores dinding kemaluanku lubang. Sadar mencengkeram rambut kepalanya Pakdhe dan menekankan bahwa lebih ketat menekan bukit pangkal paha.

Saya mendapatkan stimulus terus panik diberikan Pakdhe di selangkangan. Tanpa sadar mulutku mendesis dan tak karuan bergeser di kursi saya. Perutku mulai mengejang menahan ledakan dorongan gejolak. Tubuhku mulai mengapung dan mata saya berkaca-kaca. Akhirnya, disertai dengan erangan panjang aku mencapai orgasmeku.

Sebelum aku bisa napas tiba-tiba Pakdhe berdiri di depan saya. batang ayam keras dicocokkan dengan lip-gesekkannya mengusap pangkal paha dan kepala kemaluannya ke bibir pangkal paha basah dan licin. Aku hampir tidak tahan lagi ketika mulai menghangatkan objek pecah menjadi bibir vagina. bibir Mitro Pakdhe dengan rakus mulai melumat bibirku sambil mendorong pantat kemaluannya untuk membendung semakin tenggelam ke dalam bibir klem pangkal paha.

Aku masih duduk di bibir bak mandi sementara Pakdhe Mitro menggenjot kemaluanku lubang sambil berdiri. Mungkin karena kesulitan bergerak, batang angkat dari bibir vagina penjepit ayam. Tubuhku kemudian diturunkan dari bibir bak mandi dan ternyata sampai aku berdiri dengan tangan bertumpu bak. Lalu Pakdhe menempatkan diri di belakang saya dan mulai mencoba untuk memasukkan ayam batang ke bibir vagina dari celah potongan pantat saya.

Pakdhe mendorong kembali sedikit membungkuk sehingga sampai setengah menungging. Dipentangkanya kaki saya terbuka lebar dan dicucukannya batang kemaluanku ayam ke bukit-bukit sekitarnya. Setelah arah yang benar, Pakdhe mulai mendorong pantatnya sampai batang kemaluannya menerobos kembali ke bibir jepitan pangkal paha.

Kembali aku mulai merasa ada benda hangat meledak ke pangkal paha lubang. Dinding tampak dikilik kemaluanka lubang-Kilik. batang kemaluan Pakdhe terjepit ketat dalam lubang pangkal paha berdenyut. Pakdhe yang napasnya mulai mengejar ass ayunannya semakin kuat bolak-balik sampai batang gesekan selangkangan ayam di dinding lubang lebih cepat.

Pinggul diadakan Pakdhe terasa sakit sedikit karena jari-jari mencengkeram awal Pakdhe. Pinggul ditarik dan didorong oleh Pakdhe tangan yang kuat bersama dengan ayunan pantatnya. Tubuhku mulai tersentak dan aku mulai bergoyang. Kembali saya mengambang karena tekanan fluktuasi peledak. Pakdhe semakin kuat mengayunkan pantat dan napasnya semakin menderu.

pantatku ditarik dan didorong Pakdhe bergerak maju mundur lebih cepat. Cengkeraman jari Pakdhe semakin terasa di pinggul. Pakdhe gerak ass ayunan semakin tak terkendali. Segera aku kembali jangkauan orgasmeku. Pakdhe juga mencapai puncak ekstasi karena saya pikir saya merasa penyemprotan jet cairan hangat dari Pakdhe batang ke dalam lubang selangkangan kemaluan, disertai dengan geraman dari Pakdhe mulut.

Pakdhe masih memungkinkan batang pangkal paha ayam terjepit di lubang selama beberapa saat. Nafas mulai teratur memukul kulit terasa pipi hangat. tulang kemaluan kuat menekan gagang buah bukit. Saya agak geli karena Pakdhe rambut kemaluan menempel ketat dan menggesek buah pantat. batang kemaluan Pakdhe masih keras berdenyut di lubang penjepit pangkal paha. Setelah penyemprotan sisa-sisa batang air maninya dilonggarkan dan terlepas dengan sendirinya.

Tubuhku terasa lemah sudah lemas. Aku hanya menutup mata saya karena lemah dan malu untuk kedua kalinya aku berhasil Pakdheku melanggar sendiri. Aku apalagi saat Pakdhe memandikanku seperti bayi. sabun tangan kokoh di seluruh lekuk tubuhku. Tubuhku kembali menggerinjal ketika perusahaannya mulai menyabuni payudaraku yang baru mulai tumbuh. puting saya menempel dipermainkannya dengan gemas.

Tubuhku semakin menggelinjang saat tangannya mulai menyentuh perutku dan kemudian meluncur menuruni bukit dan mulai menyabuni gundukan selangkangan baru jadi satu berbulu yang satu. Jari-jarinya menyisir celah sempit di tengah bukit-bukit sekitarnya dan area pangkal paha berlama-lama menyabuni itu.

Aku tidak berani melihat Pakdhe saat ia menyerahkan sabun itu ke tangan saya dan mengatakan kepada saya menyabuninya. Dengan tangan agak kaku mulai menyabuni punggung otot Pakdhe. Tanganku pindah seluruh bagian belakang Pakdhe saya gosok secara merata dengan sabun. Pakdhe kemudian berbalik ke arahku. Tangannya membelai payudara sementara aku menyabuni dia dipanggil tubuh depannya.

Tanganku pindah dari dada ke bawah ke perut. napas Pakdhe mulai memburu saat tangan diolesi dengan sabun busa mulai menggosok bagian bawah perutnya. Batang ayam yang sudah mulai membengkak kendur. Tanganku sedikit ragu-ragu diadakan Pakdhe dan diarahkan untuk busa daerah kemaluan Pakdhe. rambut kemaluan yang sangat lebat tumbuh di pangkal batang kemaluannya yang didirikan setengah tegak dan mengeras. Sangat lucu terlihat seperti pistol tapi “gombyok”. Iya nih!! Ini terlihat seperti gombyok gun !! Seperti pistol tapi rambut lebat ditumbuhi atau gombyok !!

Saya semakin tidak mampu menahan gejolak liar yang mulai bangkit dalam diriku sebagai stroke lidah panas mulai menyerbu leher saya. Saya hampir tidak bisa menanggungnya menggelitik dan berteriak. Itu semakin lidah liar bergerak di leherku .. bahu .. Lalu pergi ke tulang sepanjang punggung. Aku mulai menggelinjang. Lidah itu terus merayap ke bawah dan mulai menjilati pinggangku. Kakiku terasa lemas lunglai. Aku hanya mengundurkan diri sebagai tubuh saya dan mendorong ke tempat tidur saya sampai saya menjatuhkan telungkup di tempat tidur. Tubuhku kemudian dihancurkan oleh tubuh yang sangat berat.

kaki saya mulai liar memberontak dengan geli. Selain itu, lidah rakus mulai menjilati pinggulku. Ass mulut mengangkat sebagai kumis mulai mengunyah buah pantatku dengan gemas. Mengangkat keledai liar lidah panas saya ketika mulai merembes ke celah-celah dan mulai menjilati pantatku potongan anusku lubang. Saya sangat suka float terbang. Saya tidak tahu siapa yang memelukku dari belakang dan membelai seluruh tubuhku. Aku hanya bisa merasakan panas napas menghembus mendengus dalam potongan pantat seperti itu mulai menjilati lubang lidah anusku.

Aku tersedak kaget ketika tubuh saya berubah hingga telentang telanjang di tempat tidur. Ternyata orang-orang yang telah menggumuliku adalah Pakdhe Mitro, yang selama ini saya anggap sebagai pengganti orang tua saya. Aku tidak mampu berteriak karena mulutku dengan bibirnya dijepit langsung. Saya lidah dorong mendorong dan menggelitik. Aku terangsang hebat. Selain itu, karena teh telah tubuh saya terasa agak aneh. Seperti jika ada berdebar dorongan yang menuntut pemenuhan.

Tubuhku kekar dan tahan sebagai sedikit tangan kasar mulai meraba dan meremas kedua payudaranya mulai tumbuh. Kemudian kaki saya dipentangkan oleh Mitro lebar Pakdhe, maka Pakdhe disematkan saya sudah telanjang di antara kedua kakiku terkangkang itu. Aku merasa benda keras seperti tongkat ditekan ketat untuk selangkangan bukit di belakang sarung yang dikenakan Pakdhe.

Mulut dan lidah Pakdhe tak henti-hentinya dan hancur menjilat setiap inci dari tubuh saya. Dari mulut saya, bibir menjilati Pakdhe bergeser seluruh batang leher saya, kemudian turun ke dua sisi payudara saya. Tubuhku semakin menggerinjal saat lidah dan mulut Pakdhe dengan rakus kedua menghancurkan puting baru untuk kedelai. Payudara disedot hampir seluruhnya ke dalam mulut Pakdhe Mitro. Saya sangat bersemangat dan tidak mampu berpikir jernih. Ada sesuatu yang mulai menggelora dan mendesak berdesakan di perut bagian bawah.

lidah Pakdhe merayap lebih bawah. Perutku menjadi sasaran menjilat lidahnya. Tubuhku semakin menggelinjang besar. hati nurani saya benar-benar hilang. napsu inflamasi sudah menjeratku. pantatku diangkat tanpa bisa menahan diri ketika lidah Pakdhe belah dan menjliati gundukan kemaluan gundukan di selangkangan yang dimulai ditumbuhi bulu-bulu halus. Saya merasa sangat menggelitik menggelitik selangkangan saya.

Tubuhku tampak melayang di tempat kosong ketika lidah Pakdhe mulai menyusup ke pangkal paha dan menggelitik kelentitku bukit. Lubang vagina mendapatkan mengusap berdenyut panas lidah gesekan. Aku hanya bisa menggigit bibir sendiri membantu yang geli yang menggelitik selangkangan saya. Tubuhku semakin melayang dan sengatan listrik sebagai menakutkan.

Aku tidak bisa lagi menahan gelombang nafsu semakin mendesak di perut saya. Ass mengangkat ingin bertemu muka Pakdhe menekan bukit pangkal paha. Kemudian tubuh saya terhempas ke tempat kosong. Aku merasakan sesuatu yang meledak di perut bagian bawah. Tubuhku tanpa sadar kujepit flounder dan kepala Pakdhe dengan kedua kaki untuk menekan itu ketat selangkangan terpasang.

Sebelum aku bisa bernapas saya tiba-tiba mulut saya telah menyerahkan tongkat tanpa kemaluan Pakdhe Mitro saya tahu sejak kapan diambil dari sarungnya dan sudah telanjang mengangkangi wajahku. Batang ayam besar, panjang dan mengkilap hitam mengacung-acungkan di depan wajahku seakan menggebukku jika saya menolak untuk menciumnya.

Dengan jijik saya menjulurkan lidah saya dan mulai menjilati ujung mengkilap dari helmnya. Aku hampir muntah saat lidahku menyentuh sedikit lendir cairan keluar dari lubang Pakdhe kemaluan. Namun mencubit paha Pakdhe di sisi wajahku tidak memberiku kesempatan lain.

Aku hanya bisa pasrah untuk menjaga menjilati batang Pakdhe kemaluan. Pakdhe kemudian secara paksa membuka mulut saya dan mendorong kemaluannya ke dalam bagasi saya. Saya berjuang untuk sulit untuk bernapas. Batang ayam besar mengisi mulut saya masih kecil.

Pakdhe mendengar bergumam tanpa jelas apa yang ia katakan. Ass digerak gerakan untuk membendung ayam di mulut saya mulai bergerak keluar di mulut saya. Aku hampir tersedak saat ujung Pakdhe kemaluan menyentuh-menyentuh tenggorokanku. Aku hanya bisa melotot karena hampir tersedak. Tanpa sadar kedua tangan mencengkeram gagang Pakdhe Mitro.

Setelah “bekerja pada” puas mulutku dengan batang kemaluannya, Pakdhe menggeser tubuhnya dan di atas saya lagi dengan posisi sejajar. Dikuaknya kaki dan tangan saya, batang bukit dicucukannya ayam menuju pangkal paha. Aku merasa geli saat ujung Pakdhe kemaluan mulai menggosok pintu kemaluanku sudah lubang basah.

Dari rasa geli dan kesenangan, tiba-tiba aku merasa sakit di pangkal paha saat Pakdhe mulai menurunkan sehingga ayam batang pantat mulai menerobos ke dalam selangkangan lubang masih perawan. Aku merintih kesakitan dan air mata mulai mengalir. Saya menyadari bahaya! Tapi terlambat. Pakdhe sudah sangat bersemangat tidak mungkin tidak berhenti. Dia hanya sesaat menghentikan gerakan. Dia memukul saya dan mengatakan bahwa sebentar rasa sakit dan kesenangan berubah yang tidak terukur.

Pakdhe menarik pantatnya hingga batang kemaluannya terjepit di selangkangan lubang ditarik keluar. batang gesekan ayam besar di dinding lubang vagina menyebabkan rasa senang seperti apa yang dia katakan. Saya mulai menikmati rasa lezat itu. Hal ini mungkin karena efek dari teh diminum jadi aku benar-benar tidak menyadari bahaya yang dihadapi. Apa yang saya inginkan hanya satu yang selesai gejolak peledak dalam diri saya.

Aku kembali merintih kesakitan saat Pakdhe mulai menekan pantatnya lagi membuat batang pecah kemaluannya lebih dalam ke pangkal paha lubang. Sekali lagi Pakdhe berbisik kepada saya bahwa rasa sakit akan hilang dengan sendirinya. Dia menarik pantatnya lagi. Benar .. Rasa sakit itu berubah nikmat ketika batang ditarik keluar kemaluannya hingga hanya ujung kepala masih terjebak di selangkangan lubang.

Lubang pangkal paha yang sudah sangat licin gerakan batang sangat membantu dalam gesper lubang kemaluan pangkal paha Pakdhe. Detik berlalu dan sedikit demi sedikit batang meneronos Pakdhe kemaluan lebih dalam dan lebih dalam kemaluanku lubang. Pakdhe terus menarik dan mendorong pantatnya perlahan dan teratur. Sampai suatu hari aku menggigit bibir keras ketika sakit pangkal paha. Selangkangan merasa robek saat Pakdhe menekan pantatnya sampai batang kemaluannya hampir masuk setengah jalan ke pangkal paha lubang.

Aku menjerit menahan rasa sakit yang hebat di selangkangan saya. Pakdhe segera menghentikan gerakan dan memberi saya kesempatan untuk bernapas. Aku merasa lega ketika Pakdhe menghentikannya. Sekarang saya bisa merasa seperti lubang vaginanya terhambat oleh benda keras dan hangat. Itu berdenyut di pit jepitan pangkal paha.

nyeri punggung adalah menyentakku berangsur-angsur mulai hilang rasa tak tergantikan kenikmatan saat batang kemaluan Pakdhe semakin halus mulai bergerak lagi keluar ke selangkangan gesper lubang. rasa lezat berkembang untuk sadar aku menggoyangkan pantatku untuk segera mencapai bahkan lebih banyak kesenangan.

Saya suka gila. Rasa sakit itu sudah benar-benar hilang kenikmatan tak tergantikan benar-benar memabukkan. Pakdhe semakin bersemangat mengayunkan tongkat pantat menabrak kemaluannya. Empat kali push kemudian dibungkam dan disaring kemudian ditarik lagi. Tanpa sadar mengangkat sebagai Pakdhe pantat pantat menarik.

Banyak kali Pakdhe ulangi gerakan sampai kejang perut saya. Tubuhku mulai melayang. Tanganku mencengkeram belakang kuat Pakdhe untuk mencoba untuk mengandung kesenangan yang mulai menerjang. Pakdhe kuat mengayunkan pantat disertai dengan gemuruh growl yang saya dengar di telingaku.

Mataku lebar menahan diri semakin semakin sengit di perut bagian bawah. Aku hampir menangis ketika saya berpikir ada sesuatu yang rusak di sana. Namun bibir Pakdhe tiba-tiba hancur bibirku untuk menghentikan jeritan. Pakdhe hancur rakus kedua bibir. Aku merasa tubuhku seolah-olah menerjang di awan. Mengejat-ngejat saya ketika saya mencapai puncak pendakian yang melelahkan. Pakdhe yang bibirnya masih melumat bibirku mulai berkedut atas perutku. Lalu ia menggeram dengan sepenuh hati ..

Dan akhirnya aku merasa ada semburan cairan hangat yang memancar dari batang Pakdhe kemaluan terjepit di selangkangan lubang. Rod berkedut ayam di jepitan vagina lubang. Tubuh Pakdhe masih bergerak liar untuk beberapa saat dan kemudian ambruk di atasku. Aku hanya tinggal satu nafas-satu. napas Pakdhe terdengar menderu di telingaku.

Menangis ketika saya menyadari itu terlalu terlambat bagi saya. Kegadisanku telah dibawa pergi oleh Pakdhe. Orang-orang yang telah saya anggap sebagai ayah pengganti. Lalu dengan lembut Pakdhe mengusap air mataku dan berjanji untuk mencintai saya selama sisa hidupnya. Saya agak terhibur oleh kata-katanya.

Recent search terms:

  • Janda brutal
  • cerita stw brutal