CERITA SEX DEWASA TANTE MUDA YANG KINI MENJANDA

Posted on

CERITA SEX DEWASA TANTE MUDA YANG KINI MENJANDA

CERITA SEX DEWASA TANTE MUDA YANG KINI MENJANDA Seperti biasa di pagi hari semua penghuni tempat tidur ditempati belakang (mandi, cuci). Perlu diingat bahwa kondisi di rumah ini memiliki 5 kamar mandi terpisah dari rumah dan 2 sumur (air harus diangkat ke kamar mandi, mengetahui yang belum memiliki rumah Sanyo). Aku terbiasa mandi pagi adalah santai sambil menonton TV. Asyik menonton percikan air Kedengarannya seperti seseorang sedang mandi.

12

Awalnya masih normal, tapi seiring waktu saya membuat penasaran juga. Aku mencoba untuk melihat melalui celah di pintu belakang rumahku, dan aduh !! betapa terkejutnya saya ketika saya melihat Ibu Desi yang mengeringkan diri dengan handuk. Aku tidak tahu mengapa ia begitu berani untuk membuka tubuhnya di tempat terbuka seperti itu. Mbak desi sedikit lebih tipis sekitar 32b tampaknya memiliki payudara dan sangat seksi. Dengan ukurannya yang kecil dan puting merah muda untuk bentuk orang yang sudah menikah masih sangat ketat.

Saya terus mengamati melalui celah pintu, tanpa menyadari batang kejantanannya sudah mulai berdiri. Sudah tidak tahan melihat saya langsung masturbasi sambil membayangkan berhubungan seks dengan desi Mbak tempat seperti terbuka. Sejak itu, aku begitu kecanduan untuk selalu mengintip jika ada kesempatan. Keesokan harinya, aku masih ingat dengan jelas akan desi bentuk tubuh Mbak. Hari itu adalah hari Minggu, dan saya adalah seorang kesiangan sedikit.

Ketika aku keluar untuk mandi, saya melihat Suster Ita sedang mencuci pakaian. Dengan berlutut posisinya di tanah jelas bagian terlihat dari payudaranya yang terlihat bagi saya adalah sedikit kendor tapi berukuran 34 b. Setiap kali saya memperhatikan pantatnya, entah mengapa aku langsung bernafsu membuat (mungkin pengaruh BF dengan film doggy style yang kebetulan favorit saya). Kembali bar pangkal paha yang tegang dan seperti biasa aku masturbasi di kamar mandi.

Dua hari setelah kehebohan di tetangga, yaitu Ms ita itu bertengkar dengan suaminya (agen). Dia menangis dan aku melihat dia langsung di suatu tempat. Saya kebetulan berada di sana tidak bisa melakukan apa-apa. Itulah pikiran saya adalah apa sebenarnya yang sedang terjadi. Hari berikutnya Ms Ita pergi dengan dua anak, katanya rumah nenek, dan kembali pada sore hari.

Sore itu aku hendak mandi, serta ita Mbak. Setelah selesai saya langsung buru-buru keluar dari kamar mandi dengan dingin. Tidak termasuk menebak ternyata aku menabrak sesuatu yang ternyata Ms ita. Situasi pada saat itu sangat gelap (lampu mati) sehingga kita saling bertabrakan. Menerima tabrakan, Mbak Ita hampir jatuh dibuat. Dengan refleks saya langsung menangkapnya. Aduh! Miskin Aku sengaja menyentuh payudaranya. “Maafkan aku .. Oh maaf miss, tidak sengaja” kataku. “Tidak, tidak pa pa kok, wong saya tidak sulit” katanya.

Sesaat kami dikeheningan diam yang pada saat itu sama-sama merasakan dinginnya angin malam. Tanpa perintah, tubuh kita kembali ke satu sama lain setelah terakhir adalah rasa malu karena kami berdua kecerobohan. Aku sangat degdegan dibuat dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam posisi seperti ini. Sepertinya ya Ita tahu bahwa saya tidak punya pengalaman sama sekali. Dia kemudian mengambil inisiatif dan secara tidak langsung memegang pangkal paha belakang handuk.

Est ..est .. ..aku AUW erangan kemudahan. Saya merasa belum selesai belaian tangannya, tiba-tiba berakhir selangkangan merasa tersentuh oleh benda-benda lembut dan hangat. Mbak Ita sudah dibawahku posisi jongkok denagn sambil menghisap vagina. Nikmatt Aduuhh .. .. terus .. ..est Akh .. Sekarang aku telanjang dibuat.

10 menit telah pangkal paha menggigiti oleh Ms ita. Aku yang pemalu sekarang mulai mengambil tindakan. Saya katakan ya Ita berdiri di depanku dan segera kulumat bibi lembut. Est .. Ah ..uh ouw .. Dia mendesah saat bibir kami berpagutan satu sama lain saling. Kissing duduk di lehernya. Bau sabun yang masih melekat pada tubuhnya menambah gairah. Est .. Ah .. teruss mendongak di atas kepalanya .. menahan nikmat. Sekarang saat aku tiba. Handuk masih menutupi tubuhnya langsung membuka tanpa hambatan. Samar-samar aku bisa melihat bentuk payudaranya. Aku meremas dan mencium dengan lembut dan au ..est..nikmaat..teruss ..aow .., Mbak ita menahan nikmat.

Sambil terus mencicipi bagian tubuhnya akhirnya saya mendapat sekitar daerah kemaluannya. Saya agak ragu-ragu untuk memcicipi kemaluanya yang sudah sedikit basah. Saat aku mencoba untuk berlatih difilm BF gaya hancur alat kelamin perempuan. Aku mencoba sedikit dengan ujung lidah saya, ternyata menjadi sedikit asin dan amis bau. Tapi itu tidak berhenti untuk terus menjilatnya. Semakin lama tolakan ada berubah menjadi ninkmat rasa tak tertandingi.

Est ..est ..teruuss ..tee..russ..auw ..nik, mat..mbak ita tidak bisa menahan menjilati nikmat yang ia terima dari kuiringi mautku sesekali dengan memasukkan jari ke dalam senggamanya lubang. “Mbak mau .. kelu..ar ahh” racaunya. Tanpa disadari tiba-tiba keluar cairan kental dari kutau terakhir vaginanya bahwa itu adalah wanita cair. Aku belum berhenti dan terus menjilati kemaluanya sampai bersih.

Puas aku menjilati kemaluannya dan kemudian segera aku mengangkatnya ke rumahnya menuju kamar tidurnya. Aduh .. benar-benar tidak bisa mengerti saya, wanita segede bisa saya angkat dengan mudah. Setelah di kamarnya aku segera berbaring posisi telentang. Mbak Ita tanpa perintah sudah tahu apa yang saya inginkan dan mengambil posisi ada padaku. Oh reader ..ya, yang berasal standar selangkangan sendiri bagi rakyat Indonesia. Aku berada di bawah ketika sengaja tidak melakukan apa-apa dan membiarkan Suster Ita mengambil inisiatif untuk memuaskan saya.

Suster Ita langsung memegang pangkal paha dan mencoba untuk memasukkannya ke dalam senggamanya lubang. Blues..bleb .. batang kejantanannya tanpa hambatan tenggelam ke dalam lubang yang sama sekali Suster Ita kenikmatan. Est..es..auw..oh..ah..aku hanya menutup pangkal paha saya merasa seperti meremas-meremas dan hangat semua selera. Saya tidak berpikir bahwa kenikmatan hubungan seksual dengan wanita lebih nikmat daripada aku masturbasi. Suster Ita mulai mendorong pantatnya perlahan tapi pasti.

Ah..ah..ah..oh..oh..nik..maatt..ahh .. Suster Ita terus melakukan gerakan yang sangat erotis. Sigh Suster Ita membuat saya lebih bersemangat ditambah dengan payudaranya bergoyang di sana-sini. Rupanya aku tidak bisa lagi tinggal diam. Saya mencoba untuk mengimbangi Ms Ita genjotan jadi itu sangat merdu irama genjotan dan konstan. Tangankupun tidak mau kalah dengan pantatku.

Saya mencoba untuk mencapai kedua payudara yang ada di depan mata saya. “Nah ..indahnya adegan ini” kata saya dalam hati. Tidak puas dengan hanya menyentuh payudara Suster Ita, aku langsung mengambil posisi duduk sehingga payudara Mbak Ita langsung di depan wajahku. Kembali aku hancur putingnya dengan lembut kiri dan kanan bergantian. Ahh..ah ..ah..oh .. ya Ita Est..ss tampaknya tidak tahan menahan nikmat dengan perlakuanku ini.

Akhirnya genjotan Suster Ita cepat dan aku..a..ku .. ya Ita kee..luuarr..ahh..ohh..nikmaatt akhirnya mencapai klimaks untuk kedua kalinya. Aku yang tidak ada merasa kesal tidak bisa klimaks secara bersamaan. Akhirnya saya bertanya Suster Ita menyedot kembali pangkal paha. Ibu Ita yang sudah mendapat kepuasan dengan semangat mengisap dan menjilati vaginanya. Est..est..ahh..oh saya katakan ketika Mbak Ita lebih mempercepat kuluman dan kocokannya di selangkangan. Tampaknya dia ingin memberi makan saya dan menikmati kedewasaan air.

Selang 10 menit ah..auw..oh..nik..maatt..oh .. air crot..crot..crot..semua tumpah di wajah cum Suster Ita dan seluruh tubuhnya. Ketika hal itu tidak menghentikan kulumannya Suster Ita dan menjilat seluruh air laki-laki. Saya sangat parut dibuat tapi benar-benar masih sangat lezat.

Setelah Yag kepuasan tak tertandingi kami langsung jatuh lemas di tempat tidur. Adik Ita tampak sangat lelah dan langsung tertidur dengan telanjang. Saya kemudian menemukan bahwa rasa takut orang lain langsung keluar dari ruangan dan mengambil handuk ke tempat saya.

Ketika aku hendak keluar dari rumah Suster Ita, saya terkejut ketika di depan saya ada seorang wanita yang saya pikir telah berdiri di sana telah dan menyaksikan semua perbuatan kita. Eh..mm..mbak..mbak ..Desi..ternyata ia tidak lain adalah Ms Desi. “Permisi lewatkan, aku akan pergi dulu” kataku pura-pura tidak ada yang terjadi. Sambil berjalan terburu-buru saya langsung pergi ke rumah saya untuk menghindari interogasi dari Ms Desi. Tiba-tiba “tunggu !!” teriak Mbak Desi.

Saya langsung menggigil dibuat. “Jangan ia akan melaporkan saya ke kepala desa lagi” kata saya dalam hati. “Aduuhh kubur ya, bisa-bisa cuci kampung” pikirku. “A..a..ada apa ya ya” jawabku. Ibu Desi langsung mendekatku dan berkata “Anda akan saya laporkan kesuami Suster Ita dan kepala desa atas apa yang telah Anda lakukan” kata Ms. Desi. “Ta..tapi kami lakukan pada konsensus Mbak” kataku merasa sedikit cemas. Tiba-tiba “ha..ha..ha..ha ..” Mbak desi tertawa.

Aku lebih bingung mungkin Mbak desi dendam dan sekarang berhasil membalas. “Jangan takut, sekarang Anda berdiri di sana dan tidak pernah bergerak ok!” Dia menyarankan. “Mbak akan melaporkan saya atau takut saya lari” kataku mendapatkan bingung. Tanpa bicara lagi Mbak Desi semakin dekat dengan saya. Setelah tidak ada lagi jarak antara tangan kita segera membebaskan Ms Desi handuk dengan yang saya punya begitu aku kembali telanjang. “Mbak tidak dikebiri ya ..” kataku. “Nnggak..nggak pa pa kok” katanya. Ms. Desi segera berjongkok dan mulai mengocok pangkal paha.

Ah..ah..oh..oh .. Aku yang harus lemas kembali bergairah dibuat. Sebelum saya selesai merasakan nikmatnya kocokan tangan lembut Desi Mbak, aku kembali ke perasaan objek lembut, hangat dan basah menyentuh pangkal paha. Aku langsung tahu bahwa itu adalah kuluman dan jilatan mulut Ms Desi sekali aku merasa dengan Suster Ita. Kuluman dan menjilat ya Desi lebih mendukung Ms Ita. Aku bertaruh bahwa Ms Desi telah melakukan berbagai gaya dan variasi dengan suaminya untuk memperoleh keturunan.

Estt..ah..oh..oh..aduhh..auw .. Aku mendesah menahan kuluman besar Desi Mbak. 15 menit adalah event-kuluman kulum dan posisi sekarang Ms. Desi telah berubah dengan menungging. Ass kecil tapi berisi itu sekarang ditantang untuk ditusuk dengan rudalku segera. “Ayo..cepetan..kamu telah lama ingin kan..Mbak ini tahu Anda sering mengintip dari celah pintu itu..ayoo masukkan dong” katanya lembut.

Saya sangat malu bahwa ia telah dibuat sadar tindakan saya. Tanpa pikir panjang, saya langsung mencoba memasuki batang kemaluanku ke liang kenikmatan Desi Mbak. “Aduh !!” meleset pada tusukanku pertama. Aku kembali dan bluess..akhirnya mencoba aku berhasil dengan baik. “Perempuan gila nih” Saya pikir, “ternyata ayam lubang masih sempit” kataku. Perlahan-lahan aku mencoba untuk menggoyangkan pantatku akan mundur. Ah.ah..ahh..oh..oh..oh..ah .. Mbah Desi mulai mendesah menahan nikmat. Aku lebih mempercepat goyanganku karena ini adalah gaya favorit saya. “Ayo..teruuss..ayo ..” aku berteriak memberi semangat “.

Mbak Ah..ah..ah..oh..desah Desi semakin terdengar kencang. Melihat payudaranya yang menggantung dan bergoyang membuat saya ingin mewujudkan impian saya selama ini. Sambil terus meningkatkan Desi Mbak saya mencoba untuk mencapai payudaranya. Kuremas diperas oleh seakan santan diperas sengit. Aw..sakiitt..adu..hh..ah..ah .. Suster Ita tidak tahan menjadi perlakuanku. Aku mengabaikannya dan terus menggenjot cepat.

Kemudian saya mengubah posisi dengan Desi Mbak memegang di depan saya. Bluess .. Kembali batang kejantanannya senggamanya memasukkannya ke dalam lubang. Mbak Ahh..ah..ah..ah..desah Desi menahan nikmat. bibir Kulumat dan saya mencium seluruh lehernya dan mencium kedua puting merah. Adu..nikkmatt sekaalii ah..ah..ah..oh..oh .. Punya pengobatan serangan seperti Mbak Desi akhirnya tidak bisa lagi menahan klimaks “Keeluuarr ..mau..ke..lua..rr akhirnya Mbak Desi mencapai klimaksnya.

Aku selesai hampil sedikit lebih juga mendapatkan menggenjot produksinya dengan cepat. “. Blep..blep..blep..bunyi brengsek poke antara pangkal paha dan kemaluan Mbak Desi yang sudah sangat basah Segera saya merasa berdenyut di akhir batang kemaluanku dan:” Crot..crot..crot .. tumpahlah seluruh iir maniku liang senggamanya ke.

Setelah itu kami berciuman sambil merasakan sisa-sisa nikmat sana dan kembali ke rumah masing-masing. Keesokan harinya saat bertemu, kami tidak merasa seolah-olah sesuatu yang terjadi. pembaca Ita adik tampaknya tidak akan berbicara dengan saya karena, tapi aku terkadang masih melakukan hubungan seks hanya dengan lapangan Ms Desi ketika saya ingin atau ia sangat bersedia untuk melakukan.

Sekarang saya sudah selesai kuliah dan tidak lagi tinggal dibedengan itu. Aku masih merindukan untuk kembali seks berhubunagn dengan Desi atau Mbak Mbak Ita karena mereka telah membuat saya tidak lagi perawan.

Recent search terms:

  • ngentot di sumur