CERITA TERBARU SEX DEWASA SENSASI NGENTOT DI KOLAM RENANG

Posted on

CERITA TERBARU SEX DEWASA SENSASI NGENTOT DI KOLAM RENANG

CERITA TERBARU SEX DEWASA SENSASI NGENTOT DI KOLAM RENANG Ak yang baru saja tiba di daerah puncak Bogor, yang mengarah ke villa di mana ayah saya lama tidak dihuni. Akang Ratno yang selalu setia menjaga dan melestarikannya, ia adalah kiper villa kepercayaan ayah saya. Setibanya di villa ak, Akang Ratno untuk membuka pintu garasi, jadi saya bisa langsung mobil saya diparkir. Huuuhh, setelah tiba di depan pintu rumah akhirnya ak juga bisa merasakan liburan dan melepaskan penat- lelah setelah ujian semester dalam waktu kuliah.ak ke villa di sana sendirian tanpa disertai dengan relatif teman atau kerabat saya sendiri. Ak pingin sini benar-benar menikmati liburan saja damai dan tenang jauh dari keraiaman pusat dan hiruk pikuk kota metropolitan.

34jRyW4BW_i1XEopodL89A

Setelah itu Akang Ratno, ak menyuruhnya pulang lokasinya berdekatan dengan villa ayahku. Akang Ratno telah bekerja di sini mengambil ayah saya selama hampir 5 tahun. Dengan Kang Ratno villa ini, Sangatta terawatt dengan baik dan masih mengamankan -safe saja. Dengan Kang Ratno 35 tahun, postur tubuh sedikit gempal dan berkulit gelap, dan ia adalah seorang yang lucu dan humoris. Dari pertama sempet juga ak ingin bekerja di atasnya, tetapi dengan dedikasi untuk villa ini, tidak begitu “Misi Non, Non seperti jika ada kebutuhan, standby akang di rumah ya non … tinggal di rumah akang maen aja Non “dan kemudian mengucapkan selamat tinggal. Setelah itu kang Ratno sudah mengucapkan selamat tinggal, lalu ak segera memperbaiki semua barang yang dibawa ak. Setelah itu, ak hempaskan jatuh di tempat tidur dan napas panjang menghelakan, kelelahan akhirnya terbayar. Pada saat itu, cuaca -cerahnya jelas dengan angin sejuk lembut sehingga rasanya semua kesejukan dan ketenangan jiwa. Dengan cuaca cerah, ak ingin tubuh saya basah dengan berenang ke kolam renang yang terletak di sebelah Villa. Ketika saya melihat semua terlihat sangat bersih dan jelas sehingga keinginan saya untuk menyeburkan tubuhkan akan dicapai. Kang Ratno memang sangat rajin eeuyy … Dan ketika ak adalah di samping kolam renang aku merasa pandangannya sangat baik, sangat tenang dan suara angin menabrak pohon dan suara kicau burung yang merdu, seperti di luar ruangan saja. Pada saat itu, ak ingin merasakan air yang jernih. Kang Ratno sangat rajin mengurus villa ini. Kemudian ketika ak sudah menikmati sejenak, lalu ak mengambil sesuatu dan menuju ke kolam renang lagi. Suasanya ketika ia sampai di sana aku merasa begitu nyaman dan begitu baik, jadi sangat tenang, hanya ada suara burung dan angin bertiup beberapa air itu di kolam renang. Selama tidak ada orang yang kesepian-kesepian dan gini, ak hanya mencoba untuk berenang berenang telanjang, lagian tidak ada orang lain di sini tapi saya anyway ak ingin bebas dan tidak mengenakan pakaian. Jadi tanpa berpikir lebih jauh, ak melepas semua pakaian yang menempel di tubuh saya. Setelah menghapus perhiasan seperti anting-anting, ak terjun ke dalam kolam. Wauuuuw …. Aahh .. terasa begitu baik untuk berenang telanjang seperti ini, tubuh tampak lebih bebas dan lebih ringan menulis. Beberapa kali saya bolak-balik dengan beberapa gaya. Kisaran durasi 20 menit aku berada di kolam renang, ak agak haus dan ingin istirahat sebentar dengan matahari di tepi kolam renang.

Ak kemudian bangkit dan berjemur di kursi santai dekat kolam renang, dan kemudian saya mengambil minum jus jeruk cepat dari kulkas, lalu ak kembali ke kolam renang. Aku merebahkan tubuhku di kursi santai di sana dan menikmati minuman saya. Agar kulit lembut saya tidak terbakar matahari, saya mengambil sunblok saya dan menggosok seluruh tubuh saya sampai berkilau. Cuaca di sini sangat lezat dibuat pingin bobo, sampai ia merasa ak perlahan jatuh tertidur di tempat santai di tepi kolam renang. Di tepi kolam itu bohong ak tanpa apa-apa yang melekat pada tubuh saya. Jika pada saat itu ada seorang pencuri masuk dan melihat situasi saya seperti itu, mungkin ak’ve telah menginvasi tubuh saya tidak diketahui. Sementara saya tidur, ak merasakan sesuatu mejamah tubuh saya, tangan membelai paha saya dan kemudian merambat ke payudara. Ketika tangan menyentuh bibir vagina saya, maka ak ak membuka mata dan terkejut dan terkejut bahwa saya merasa sekarang itu bukan hanya mimpi. Ak melihat bahwa seseorang menyentuh tubuh saya dan ketika ak menyadari itu cepat menyambar saya dan mencekik mulut saya dengan tangannya, mencegah ak tidak berteriak. Ak tampaknya dapat mengenali orang itu, ia adalah Asep, penjaga tetangga villa, dia berusia sekitar 32 tahun, wajahnya tidak buruk juga, pipi cekung dan mata lebar itu tepat di depan wajahku. “Shh .. ,,,,,, husssh lumayan sesuai dengan diam Neng dan menulis, di sini sudah tidak ada orang lain, jadi jangan bertindak lagi!” mengancam. Ak mengangguk meskipun masih sedikit terkejut, kemudian ia perlahan melepaskan bekapannya di mulut saya “Hehehe .. ya, lama saya ingin ngerasain tubuh Eneng ini!” katanya, matanya menatap payudara saya. “Seks ya seks, tapi enak dong bertanya, tidak memiliki begitu kaya!” Saya mengatakan sedikit judes. Saya menyadari bahwa tanpa ak a berenang karena dia telah melihat aku dari lantai atas apartemen villa majikan dan sering lakukan pada pertama jika ada wanita berenang di sini. Mengetahui Akang Ratno’re tidak di sini dan ak tertidur, ia berani memanjat di untuk sampai ke sini. Sebenarnya ak menjadi Bete benar-benar berhubungan seks karena mereka ingin beristirahat, tetapi dengan rangsangan pada area intim saya membuat saya horny dan merangsang.

“Lhoooo, dia ingin seks ama ak, mengapa tidak buka baju, juga, telah terus-terus doang berani nya!” kata ku. “Hehe, ya Eneng Abis si si Eneng payudara loh, penumpukan putih sampai lupa deh” katanya sambil melepas baju. Tubuhnya cukup besar juga, meskipun sedikit lebih tipis, dan kontolnya sudah tegang cukup besar. Dia duduk di pinggir kursi santai dan mulai memainkan payudara saya yang paling dalam keinginannya, dan di kontolnya sementara dengan ak meraih tanganku dan goyang-goyang saya sampai penisku merasa lebih mengeras dan membesar. Ak napas sangat nikmat tangan membelai vagina saya dan mengusap bibirku Meki. “Eenghh .. terus Sepp oohh!” Aku mendesah sambil meremasi Asep rambut disedot payudara saya. Kepala dan perlahan-lahan menyebar ke bawah dan berhenti di vagina saya. Ak mendesah semakin tidak menentu saat lidahnya bermain di vagina dan ditambah dengan nya pindah. Dan Ak sampai meremas-remas payudara saya sendiri dan menggigit jari saya sendiri untuk tidak menahan rasa sakit sedikit rasa lezat dan gurih geli geli-sampai akhirnya tubuhku mengejang dan vagina saya hangat dan berlendir debit. Ak rem melek dengan rambut maraut Asep yang mengisap vagina saya. Perasaan itu berlangsung sampai aku merasakan cairan saya tidak keluar lagi, hanya kemudian Si Asep melepaskan kepala itu, tampaknya mulut lembab oleh lendir debit saya. ak belum selesai juga berburu saya menarik napas, mulut saya sudah dilumatnya dengan kekerasan dan sulit diatur. Ketika saya merasakan aroma lendir saya sendiri di mulutnya dicampur dengan cairan. Ak agak lemas dengan lidahnya bermain di rongga mulut, masalah bernapas sedikit bau karena lendirku sendiri. Setelah beberapa menit untuk beradaptasi dengan ak baru, jawaban saya untuk permainan lidahnya sampai lidah kita saling terkait dan saling menghisap. Juga kami berpagutan cukup lama, dia juga menjilati wajahku sampai wajahku halus mulus basah dengan air liur. “Ak sudah tidak … tidak … lagi ..Asep …, di sini ternyata ak hisep kontolmu ya !!!” Saya bilang. The Asep segera bangkit dan berdiri di samping saya dan kontolnya menjelontorkan. Masih berbaring di kursi santai di tepi kolam renang, kemudian kontolnya ak genggam, dan segera kocok dan ku ku ku sebanyak sebelum kontolnya menjilat saya masukkan ke dalam mulut saya. DAMN !!! mulutku penuh dengan kontolnya, itu tidak sepenuhnya akomodatif setidaknya hanya mendapatkan setengah. maka Ak memainkan lidah ku di sekitar kepala jamur penis seperti itu, kadang-kadang juga ak menjilati lubang kencing sehingga pemilik bergetar tubuh dan mendesah keenakan mendesah. Satu tangan memegang kepalaku dan dimaju-mundurkannya pinggulnya gelagapan begitu ak dan sedikit tersedak. “Sruuuptthh Eemmpp …… .. emmphh nngg .. ..!” Ak teredam napas karena hampir kehabisan nafas. Ketika kepala penis berkali-kali menyentuh dinding ternggorokan saya. Lalu aku merasa ada cairan mengisi mulutku. Ak berusaha menelan, tapi karena jumlah cairan itu meleleh di sekitar bibirku. Tidak habis muncratannya dia mengeluarkan penisnya, sehingga semburan berikut mendarat disekitarar wajahku, mata saya juga dipukul dengan ledakan dari pejuh nya .. Lalu aku menyeka wajah saya dengan tangan saya. Sisa-sisa sperma yang menempel di jari saya dan menjilat itu. Ketika tiba-tiba pintu terbuka dan Kang Ratno muncul dari sana, dia melongo melihat kami berdua sedang telanjang. AK sendiri terkejut dengan kehadirannya, aku takut dia membocorkan semua ini untuk ayah saya. “Eehh .. maaf si Eneng, Akang hanya ingin mengambil uang Akang di dalam ruangan, tidak tahu jika Eneng lebih gituan” katanya. Karena saya punya tanggung jawab, saya sudah putus asa untuk menawarkan diri dan berjalan ke arahnya. “Ah .. ga apa-apa Akang, mending Akang ikuti aja yuk, maen bersama-sama!” menggoda saya. Wajahnya jadi tidak ada karuyan, melihat kepolosan saya, meskipun sedikit mata gugup terus tertuju pada payudara saya dan vagina. Ak membelai penisnya dari luar dan membuatnya begitu horny. Akhirnya ia berani untuk memegang payudara saya, bahkan meremas-meremas. “Si Eneng, dia payudara besar terlalu buruk yah yah .. diginiin sama Akang?” Sementara tangannya terus meremasi payudara saya. Dalam posisi untuk merangkul dan bahkan kemudian ia perlahan-lahan membuka celananya, setelah itu ia dikirim ke bawah celana kolornya. Ternyata hitam kontolnya masih lemah, jari-jari saya mulai memegangnya. Dalam pemahaman saya, saya merasa itu sedikit hangat dan mengeras. Perlahan, tubuhku mulai menurun hingga berjongkok di depannya, tanpa basa-basi saya masukkan batang kontolnya di tanganku dan memimpinnya ke dalam mulut, menjilati saya dan saya lipo-suction sampai kang Ratno kemudahan erangan. “Nah, di majikan sendiri aja Ratno Akang coy!” teriak ASEP melihat Akang Ratno sedikit gugup menikmati orgasme lisan saya. Kang Ratno kemudian mendekati kami dan meraih tanganku untuk mengoco-ngocok kontolnya sendiri. Bergantian mulut dan tangan melayani baik kontol sudah terangsang itu. Tidak puas hanya menikmati tanganku, sesaat kemudian kang Ratno pindah di belakang saya, membuat lutut dan tangan saya. Ak mulai merasakan sebuah benda menerobos ke vagina saya. Seperti biasa, mulut saya menjatuhkan mengeluarkan desahan meresapi dan merasakan kontolnya akan masuk memk saya. Ak disetubuhinya dari belakang, sementara nyodok menyodok-, kepala tergelincir di bawah ketiak saya ke mulutnya mendarat di dadaku. Ak waktu geli menggelinjang gigitan karuan kecil puting kanan saya, mengocok saya di kontol Akang Ratno lebih bersemangat. Rupanya aku telah membuat Akang Ratno begitu kecanduan, ia selesai memperkosa mulut saya begitu bersemangat untuk memajukan dukungan dari pinggulnya seakan hubungan. Kepala saya dipeganginya erat sampai kesempatan untuk mengambil ak nafas tidak bisa. Akhirnya akhanya bisa diam dan mengundurkan diri diri dilucuti dari dua arah oleh mereka, menyodok dari satu mengarah ke kontol lain mendapatkan menusuk ke dalam tubuh saya. Perasaan ini benar-benar sulit untuk menggambarkan dan menjelaskan ak, ketika kontol Si Asep menyentuh bagian terdalam dari perut saya dan ketika kontol Akang Ratno menyentuh tenggorokan, belum lagi mereka terkadang bermain atau meremasi payudara dan tepuk pantat saya. Ak tampak seperti melayang terbang akhirnya membuat tubuh saya menegang dan mata agak menonjol. Ingin berteriak tapi tetap sama kontol Akang Ratno yang Seiring dengan itu juga genjotan Asep terasa lebih kuat dan kuat. Kami juga mencapai orgasme bersamaan, akdapat merasa pejuhnya yang tercurah di memekku, dari pangkal paha saya meleleh cairan kental. Setelah mencapai orgasme cukup lama, berkeringat tubuh saya, mereka tampaknya mengerti situasi saya dan menghentikan kegiatan mereka. “Neng, ga Akang Ratno dapat masuk Akang kontol ke nenen nya E Neng?” Ratno Akang bertanya lembut. Ak mengangguk, dan kemudian dia berkata lagi, “Tapi Neng istirahat pertama ya, kaya Eneng masih cape ya ??”. Dia mengatakan Ak kemudian turun ke kolam, dan tergeletak di daerah dangkal untuk menyegarkan diri. Mereka berdua juga turun ke kolam, Si Asep duduk di sebelah kiri saya dan saya benar Ratno Akang. Kami mengobrol sambil memulihkan tenaga, selama tangan-tangan jahil mereka selalu memeras atau mengelus dada, paha dan bagian sensitif lainnya. Satu mengabaikan lainnya bertengger di sisi lain, setelah waktu yang lama hanya membiarkan ya ak, ak apalagi juga menikmati itu benar-benar. “Eneng, Akang masukkan gapapa sekarang aja yah, sudah ga tahan tidak daritadi rasain itunya yang Eneng” kata Kang Ratno mengambil posisi berlutut di depan saya. Dia kemudian membuka pahaku setelah anggukan saya, dia mengarahkan kontolnya panjang dan keras ke arah vagina saya, tapi dia tidak segera ditusuk tapi menggesekannya di bibir vagina saya begitu berkelejotan ak merasa geli dan meremas kontol menjilati leher Asep. “Aahh .. Akang cepet masuk dong, sudah lenjer dan mati untuk ya!” Aku mendesah, tidak karauan. Ak meringis saat ia mulai menekan dalam kontolnya. Sekarang, vagina saya sudah diisi dengan panjang hitam kontol desakan itu dan mulai bergerak keluar untuk memberi sensasi kenikmatan ke seluruh tubuh. “Wow .. benar-benar seret vagina Eneng, kalo gini sudah tahu dari Akang ajakin ngeentotin pertama” ceracaunya. “Bajingan juga berubah Akang Ratno, sudah punya anak juga masih ngeres, ak kirain ente bahwa orang baiik dan saleh” kataku dalam hati. Setelah 20 menit dia bercinta ak di posisi itu, ia melepas kontolnnya kemudian merosot dan mengangkat saya ke arqah kontolnya. Dengan ak refleks mencengkaram kontol sambil menurunkan tubuh saya sampai runtuh ke dalam vagina saya. Dia memegang pantatnya padat berisi itu, pada saat yang sama kita mulai gemetar tubuh kita. Sigh kita bercampur dengan suara air ciprartan kolam renang, tubuh saya bergerak-gerak tak terkendali, menggelengkan kepala saya di sini dan di sana, kedua payudara saya diarahkan tidak luput dari tangan dan mulut mereka. Perhatian Akang Ratno kontolnya berada di luar pada vagina gadis cantik seperti ak, anak majikan sendiri, sepertinya dia tidak bisa percaya betapa sangat beruntung dapat kesempatan emas untuk mencoba tubuh seorang gadis muda yang pasti sudah lama dirasakan. Goyangan kita berhenti sejenak ketika Asep tiba-tiba mendorong kembali sehingga pantat dan payudara saya semakin tertekan menungging menghadapi Akang Ratno. ASEP membuka belahan pantatku dan mengarahkan kontolnya ke sana. “Wuussh ,,,,, Aduuh .. perlahan September, .. aww!” Aku mengerang saat ia mendorong masuk kontolnya dia. Bagian bawah batang saya semua karena terasa sempit dijejali dua kontol besar. Kami kembali ke batu, saya merasa rasa sakit itu perlahan berubah menjadi rasa kenikmatan yang menjalari tubuh saya. Ak mendesah hanya ketika Asep menyodok pantatku dengan kasar, aku memperingatkan Asep jadi sedikit lebih lembut. Alih-alih mendengar, Asep bahkan lebih bringas ku dorongan. Kang Ratno melumat bibirku dan memainkan lidahnya di mulut saya agar ak tidak terlalu bertele-tele. Ini berlangsung sekitar 30 menittan pernah. Ak sampai tubuh saya terasa seperti meledak, yang bisa saya lakukan hanya menjerit panjang dan memeluk erat Akang Ratno sampai kukuku mencakar ke arah punggungnya. Selama beberapa detik tubuhku menegang sampai melemaskan kembali lengannya Kang Ratno. Tapi mereka masih menggenjotku tanpa memperhatikan saya sudah lemah ini. Erangan yang keluar dari mulut saya terdengar semakin tak berdaya dan sudah tersa lemas sekali. Tiba-tiba mereka merasa lebih dekat memeluk untuk membuat sulit bernapas, mereka juga serangan semakin kuat, kedua puting payudara dihisap tegas oleh kang Ratno, dan Asep membelai rambutku. Ak kemudian merasa menyembur cairan hangat di dalam vagina saya dan lubang anusku, sementara di kolam renang muncul cairan putih sedikit susu itu melayang. Mereka berdua jatuh lemas kontol antara tubuh saya masih terjebak dalam vagina saya. Setelah sisa-sisa kenikmatan itu mereda, ak juga mengundang mereka ke atas. Menyeka tubuh saya basah kuyup, kemudian ak menuju kamar mandi. Eh .. mereka mengikuti saya dan bersikeras datang mandi bersama-sama. Akhirnya, izinkan saya satu, sehingga mereka bahagia. Ak hanya duduk di sana, mereka siram, scrub, dan menyabuniku saja sementara meraih. Bagian dari vagina saya dan payudara saya terpanjang mereka Sabuni sampai aku menyindir “Lhaaaa .. kok di bersihin di daerah di mana aja, mandi ga merapikan dong !!!” dingin sudah nih “disambut tawa kami.