CERITA JANDA KEMALUAN KEENAKAN DIJILAT DAN DIRANGSANG

Posted on

CERITA JANDA KEMALUAN KEENAKAN DIJILAT DAN DIRANGSANG

CERITA JANDA KEMALUAN KEENAKAN DIJILAT DAN DIRANGSANG Perkenalkan nama saya Dita, sekarang usia saya mendekati 24 tahun Selama ini saya dan Mang Sardi tidak melakukan belaian seperti dulu, mungkin 10 bulan sejak keponakan Smith mang Sardi merengut kegadisanku … dan sebelum aku tahu itu setelah kembalinya Smith ke desanya Subang, dia (Smith) telah menceritakan kisah yang sama untuk pamannya mang Sardi yang sampai sekarang kembali bekerja sebagai sopir keluarga Kami.
Sampai suatu hari Mang Sardi bertanya seperti ini kepada saya “mengapa melakukannya pada Neng Dita keponakan mamang ??” hanya uang tunai ketika mang Sardi QI terkejut, saya pikir Smith akan diam, tapi fakta Dedi bukan cerita pamannya, dan aku malu mendengarnya langsung dari Mang pertanyaan Sardi, sedangkan beberapa bulan lalu atau mungkin satu tahun lalu Mang Sardi hanya membelai daerah sensitif dan tidak berani untuk memecahkan keperawanan yang berbelok keperawanan hancur oleh keponakannya sendiri.

5s (11)

Saat itu saya hanya turun malu ketika Mang Sardi meminta hal tersebut kepada saya yang kira-kira pada awal September 2015, yang telah hampir 2 bulan sejak Smith masuk ke keperawananku saya tidak pernah bermain belaian seks pada siapa pun, termasuk Mang Sardi, karena sejak saya melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya yang saya anggap itu yang terakhir kali melakukannya (sebenarnya saya telah bersumpah untuk tidak berhubungan seks tidak peduli seberapa kecil), tapi terus terang, jika saya benar-benar tersiksa dengan gejolak seksual yang telah menjalani tahanan sejak 10 bulan lalu.
Dan ternyata Mang Sardi membawa masalah lagi sehingga datang lagi bayangan seks di pikiran ketika mang sardi bertanya tentang hubungan seksual saya dengan keponakannya. Ketika Tanya memang Sardi saya lagi menonton televisi di ruang bawah 10 jam pagi dan seperti biasa di rumah tenang bagi orang tua pada pekerjaan sekolah dan adikku.
Aku masih ingat betul saat itu adalah pada tanggal 4 September 2015. Saya bertanggung jawab pada saat ini “Mang ah ah melakukan Sardi … .udah Tanya masalah itu lagi, jadi malu dengernya Dita …” begitu kira-kira waktu itu saya katakan. .. maka sesungguhnya Sardi tersenyum sedikit mendekatkan wajahnya ke arahku, yang sedang berbaring di sofa di tivi depan dan berbicara seperti “cinta ini pertama Dita Neng mamang diusap sama … .kalo mamang Neng mengajak Dita lagi menggosok-menyapu lagi kira-kira neng ga Dita ingin ?? ”
Tentu saja, aku menggeleng mengatakan mang Sardi meninggalkan ruangan keluarga “jangan diganggu Dita mang sudah deh … memperbaiki Mamang ke dapur hanya GIH !!!” Saya menyalak separuh waktu. karena jenuh menonton televisi Aku kepengen mandi pagi itu saat itu kebetulan kuliah di 12 dan langsung menuju kamar mandi dan setelah selesai keramas saya langsung pergi ke puncak kamarku, penggunaan daster dan di kamar saya langsung pasang hair dryer untuk keringin rambut dia terlihat pada saya pintu yang setengah ga terbuka karena saya menganggap ada seorang pun di atas saya membuka daster yang kebetulan tidak menggunakan cd dan bh jadi segera saya membuka pada saat itu dan ternyata mang Sardi mengintip kegiatan saya terbuka daster yang pasti pada waktu itu aku telanjang.
Saya melihat dari cermin kamar bayangan Mang Sardi sedang menyapu tapi tatapannya ke arahku Aku menjerit kaget dan menutup kamar dan ternyata Mang Sardi bahkan lebih nekat memasuki kamarku yang notabene ga adalah kunci yang saya menutup dadaku dengan tangan saya seperti itu adalah dan memohon untuk Mang Sardi untuk meninggalkan kamarku ketika eh dia hanya tersenyum dan berkata ini “neng Dita mengapa begitu pemalu ketika beberapa waktu lalu Neng Dita meminta mamang untuk menggosok neng Dita, mamang kepengen merasa seperti Dedi merasa waktu itu mungkin benar , dijamin mamang ga akan melakukannya dengan kasar pula “sehingga ia mengatakan tetap melihat bagian penting dari tubuh saya, maka saya hanya diam saya gunakan tangan kemaluan dan dada dan tentu saja bagian tubuh saya terlihat jelas putih dan halus.
Saat itu Mang Sardi berani saat ia mendekati saya mendesak saya ke arah dinding saya yang membuat saya lebih takut karena pada saat itu saya berjanji ga akan melanggar sumpah saya untuk tidak berhubungan seks dengan siapa pun bahkan beberapa bulan yang lalu saya sempet minta di gosok sama mang Sardi.
O ya pada waktu itu saya masih tetep ga tunggal punya pacar karena takut mama jika pacar, dan setelah mang Sardi semakin bergerak ke arah dinding semakin dekat napasnya di wajahku dan dia mulai membelai rambutku sementara aku menarik dia untuk tidak melanjutkan aksinya sampai saya mengatakan ini “mamang tidak melanjutkan, dita sudah berjanji untuk menjadi lebih seperti lama waktu yang sama ga-pertama takut karena dita takut mang kecanduan, mang tolong hentikan …”
Sementara sedikit demi sedikit jongkok sambil menjaga tangan dekat alat kelamin yaitu dada dan alat kelamin dengan telanjang kemudian, eh mang Sardi bahkan mengatakan ini “neng Enang Dita mamang pasti akan melakukan hal ini dengan lembut … .soalnya mamang Neng terlihat akhir-akhir ini Neng Dita melamun dan hari lagi neng Dita semakin membuat mamang jatuh cinta dengan kemulusan dan kecantikan Dita neng, terutama ketika neng Dita dibungkus handuk, oh mah ga mamang kuat lihat juga neng …
Bea sekali beberapa bulan yang lalu … .Saat ini neng neng Dita semakin terlihat cantik “katanya dengan logat Sunda merayu dan ketika aku berjongkok sehingga saya menutup mata saat dia mulai membelai rambutnya, pipi dan kelopak mata saya yang sedikit air mata, dan tangannya terjebak di telinga dan gosokkan pada telinga sambil sesekali melebar usapannya ke leher, yang secara bertahap merangsang gairah seks saya yang waktu itu tidak mens sejak 3 hari.
Aku terdiam ketika mamang berpartisipasi jongkok dan membelai tangan menutupi dada, memejamkan mata sambil tetep ini, dan mamang membuka tangan ini di dada dan anehnya saya pada saat itu ketika hati saya mulai terbuka untuk mamang disikat tangan yang menghambat ini dada.
Lalu ia menaruh tangan kiri saya ke bawah sehingga di posisi jongkok bahwa dia bisa jelas lihat dada kiri dan kanan yang tajam, dan mamang mulai mengelus dada saat ini sementara tetep kami berjongkok bersama-sama dan kadang-kadang dia melihat ke arah ku kemaluan masih ku penutup dengan tangan kanan saya dan tangan kanannya menyibakan saya yang menghalangi alat kelamin saya dan aku menjadi seperti terhipnotis oleh orang yang lemah aku menurunkan tangan kananku.
Ketika waktu sehingga posisi saya sedang berjongkok di dinding kamar dan kedua tangan saya lebih rendah ke bawah tentu saja bebas Mang Sardi melihat pemandangan indah yang akhir-akhir ini senjata sekali lagi menikmati sekali itu.
Dan setelah mang sardi mulai menyentuh alat kelamin saya dengan posisi berjongkok itu sayapun datang drifting menikmatinya untuk waktu yang lama lalu saya tidak pernah dilakukan sejak 10 bulan lalu berhubungan seks pertama kalinya dengan keponakannya Dedi. Aku memejamkan mata dan mencoba menikmati suasana sambil sesekali sadar mengeluarkan suara gemerisik yang mungkin membuat mang Sardi bernafsu menambahkan hanya kemudian. Kemudian ia mencoba lap tubuh saya seperti itu ke tempat tidur saya dan saya mengulurkan tangan ingin tahu pada waktu itu sebagai memberinya akses untuk lebih melakukan kenikmatan.
Pada saat itu saya benar-benar terbawa dengan sentuhannya dan melihat jam di dinding saya sudah pukul 12 siang, yang berarti saya harus kuliah tapi ga kepikir untuk bersiap-siap untuk kuliah hanya perasaan menyenangkan yang pikiran saya ketika Mang sardi mengangkat saya ke kasur … dan adegan mang berikutnya Sardi ghespernya usang terbuka dan kemudian perlahan membuka celananya sendiri yang ternyata dia tidak memakai celana pendek lagi pada saat itu dan melihat kencang kemaluan jika dibandingkan dengan burung keponakannya yang lebih kecil di diameter tetapi lebih berwarna putih …
Saat ia membuka celananya bahwa ia masih mengenakan kemeja compang-camping dan meminta saya untuk menghapus tegang kemaluan. Aku perlahan-lahan meraih kemaluan mang Sardi yang hangat dan berdenyut kemudian kocok perlahan seperti yang pernah saya lakukan setahun lalu di mobil saya dengan dia.
Dia dalam keaksaraan posisi rem berlutut ketika saya kocok dengan lembut sementara aku hanya berbaring di tempat tidur dengan posisi tidur terlentang dan sesekali dia menatapku dan segera dia meraih payudaraku putih mulus, memang dadaku adalah untuk mengukur gadis hanya 34b nomor bh ku tapi tajam, putih dan tanpa cacat, mungkin itu membuat mang Sardi gila.
Lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajah saya dan berusaha mencium bibirku tapi aku menolak untuk menjabat kepala di bantal saat itu dan dia hanya mencium kening leher dan dada dan ciuman ke perut dan berakhir di kemaluan saya sudah basah sekali … ah lezat sekali rasanya … aku refuse mencium untuk perokok sehingga mang Sardi napas bau dengan bau kebiasaan merokok cerutu. Tapi ketika ia berlama-lama ciuman daerah kemaluan saya, saya benar-benar di awan dan bergerak-gerak seperti kencing tapi lezat.
Setelah orgasme saya dan tubuh saya berkeringat dia untuk menghentikan aktivitasnya, dan Tanya gini ke saya “neng Dita … .kalau takut burung dimasukkan ke neng nya Dita … mungkin ga ??” dia berkata lirih Aku hanya mengangguk saat itu dan dia mengatakan kepada saya lagi “tapi neng Dita istirahat dulu … mamang liat neng Dita terlalu panas” Aku mengangguk pada saat itu, adalah cuaca di sini panas sekali sore terutama jika 12-an jam .
Segera 15 menit kemudian mang Sardi membawa air dingin dari bawah dengan hanya memakai kemeja compang-camping sendirian dan melihat burung menyusut Kemudian setelah saya meminumnya dia bertanya ini “neng Dita kemudian pernah menghisap burung senjata Dedi nya?” Tanyanya polos, aku pikir saat ini “dasar desa, pertanyaan yang sangat sederhana” kemudian menggelengkan jujur ??… dan dia tersenyum seakan dia ingin dikulum burung.
Dan setelah saya meletakkan gelas di atas meja dia naik lagi ke kasur kamarku dan mulai membelai dadaku lagi … .i kemudian berbaring lagi memejamkan matanya dan mulai menikmati sentuhannya lagi dengan sedikit mengangkat kaki kiri saya ketika saya mengeluh dan mendesah begitu lezat dan burung mang Sardi terlihat berdiri lagi dan mendekatkannya ke mulut saya tapi dia menggelengkan sempet setengah memaksa kemaluannya lebih dekat ke arah bibirku.
Pada pandangan pertama bau keringat di sekitar alat kelamin dari dia dan saya berusaha untuk tidak menghirupnya dan mencoba membuka mulut ini saat mamang menyodorkan lebar diameter kemaluan itu dan ketika saya mulai menyentuh lidah ke liang penisnya terasa asin dan aneh kemudian secara bertahap aku meletakkan sedikit lebih dalam mulut saya … dan itu adalah alat kelamin pria untuk dua saya kulum setelah kemaluan Dedi keponakannya beberapa waktu lalu.
Agak lama aku pergi ke depan backing kepala sambil menghisap kemaluan mang sardi di mulutku saat itu dan sakit mulut pada saat itu dan berakhir sekitar 15 menit kemudian keluar air kental selera aneh mang sperma kemaluan Sardi muncrat tepat di mulutku yang mungkin setengah dari termakan untuk saya karena saya tersedak dan mulut untuk gag tapi itu ditutup pada mang sardi waktu itu, sehingga spermanya hampir seluruhnya dikonsumsi itu.
Setelah itu ia mencoba untuk menjilat alat kelamin saya tangan basah aktif sambil sesekali mengelus dada saya baik lama jadi aku harus orgasme untuk 2.
Setelah kami istirahat ½ jam sambil sesekali bercerita, kami mulai terlibat lagi ketiga kalinya saya liat 2:00 berarti saya ga kuliah hari itu, sementara ortuku sama ade ku di rumah pukul 6 sore.
Ketika itu terjadi kepada saya bahwa jika memang sempet Sardi ini ingin mencicipi saya seperti keponakan untuk masuk ke keperawanan saya. Tapi aku tidak peduli pada waktu itu ada hanya kesenangan demi kenikamatn waktu itu kami melakukan keduanya, benar-benar hari yang melelahkan di waktu yang mengasikan.
Ketika kegiatan untuk tiga kami mulai membelai satu sama lain dia membelai paha kemaluan dada dan punggung, sementara aku membelai dada penis dan sesekali wajahnya dan kemudian kita sempet bibir berciuman terasa aneh, memang Sardi usia 50 tahun berciuman bibir sedikit labu lidah merah tapi ketika Anda bermain enak dan saat itulah mang Sardi mengarahkan penisnya ke alat kelamin saya.
Takut melihat hati-hati dan pelan-pelan memasukkannya karena masih sempit dan sakit beberapa kali ga berhasil masuk tapi setelah ia sabar mangarahkannya dan saya membantu dengan mengarahkan penisnya ke kemaluan saya akhirnya berjalan dengan baik jika sedikit nyeri (maklum saya hanya dua kali melakukannya lagi pula rentang dari 10 bulan cukup lama) yang pada akhirnya saya merasa menikmati tertandingi lebih menyenangkan untuk melakukannya daripada dengan keponakannya.
Setelah lama kami bersetubuh akhirnya saya berteriak “ahhhhhhh …… mmmmaaammaaaang Ddittttaaaa kellluaaarrrrr” jadi aku orgasme untuk waktu 3 sementara mang sardi terlihat blum keluar dan dia menarik keluar kemaluannya dan mengatakan kepada saya itu adalah waktu yang agak panjang mengisap mulut saya terasa sakit mengulumnya dan ini hampir ½ jam akhirnya keluar juga sperma ….
Dan kita masing-masing dress melihat jam setelah sudah 4:00 …… Sejak saat itu sampai sekarang kami memiliki hubungan seksual sering adalah untuk mencuri kesempatan ketika rumah tenang.